POMNas XV 2017 Sulawesi Selatan

Oleh Arham Syahban, M.Pd., Selasa, 07 November 2017
Sejarah POMNas

Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas) adalah ajang olahraga nasional antar provinsi untuk mahasiswa perguruan tinggi tingkat sarjana dan diploma di Indonesia. Peserta POMNas berasal dari seluruh Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta di seluruh Indonesia. POMNas diadakan setiap 2 tahun sekali. POMNas diselenggarakan pertama kali di Yogyakarta pada tahun 1990. Nomor urut penyelenggaraan selanjutnya didasarkan pada POMNas pertama tersebut. Penyelenggaraan POMNas merupakan tanggungjawab Pengurus Pusat Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (Bapomi).
 
Keberadaan POMNAS tidak terlepas dari sejarah perjalanan BAPOMI sebagai induk olah raga kemahasiswaan di Tanah Air. Pada awal 1950, perkumpulan dan organisasi olah raga mahasiswa telah terbentuk dan tumbuh berkembang. Di Jakarta telah membentuk suatu wadah olah raga mahasiswa yaitu UFIA (khusus untuk mahasiswa Jakarta UFI), di Bandung IOMA, dan di Bogor UFA yang telah mampu mengoordinasi dan melaksanakan kegiatan kegiatan olah raga mahasiswa.
Organiasi-organisasi itulah yang telah mendorong, menciptakan, dan mewujudkan suatu pertemuan para olahragawan dalam suatu Pekan Olahraga Mahasiswa (POM). POM I berhasil diselengarakan pada Desember 1951, di Yokyakarta. Kegiatan tersebut terus berlangsung secara kontinyu dan rutin dilaksanakan setiap 2 (dua) tahun sekali.

POM IX/1971 di Palembang, tercatat sebagai POM terbesar yang diprakarsai mahasiswa sekaligus penyelengaraanya adalah mahasiswa, juga sebagai POM yang terakhir yang diselengarakan oleh BKMI (Badan Keolahragaan Mahasiswa Indonesia). POM berikutnya yang sedianya akan diselenggarakan di Bandung 1975, tidak dapat diselengarakan karena situasi dan kondisi waktu itu tidak memungkinkan.
Sejak 1974, praktis kegiatan olah raga mahasiswa tidak terkoordinasi. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan kemudian memprakarsai pertemuan di Bandung, Jateng, pada 1978 dan dibentuklah tim Pembina olah raga mahasiswa tingkat nasional dan mengadakan Pekan Olahraga dan Seni Mahasiswa (Porseni) Nasional I pada 1978.
Setelah terbentuknya BKOMI pada 1980 yang kemudian berubah menjadi BAPOMI, penyelenggaraan POM diubah menjadi Pekan Olah Raga Mahasiswa Nasional (POMNas).

Adapun Tujuan POMNas sebagai berikut;
  1. Memupuk dan meningkatkan persatuan, kebersamaaan, persahabatan antar-mahasiswa se indonesia;
  2. Memupuk dan meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara berlandaskan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika; 
  3. Meningkatkan dan mengembangkan minat dan bakat olahraga mahasiswa; 
  4. Meningkatkan kebugaran jasmani, disiplin dan sportifitas mahasiswa 
  5. Meningkatkan dan mengembangkan prestasi olahraga mahasiswa 
  6. Membantu pemerintah dalam meningkatkan dan mengembangkan prestasi olahraga nasional dan internasional 
  7. Menanamkan pendidikan karakter mahasiswa melalui olahraga

Keikutsertaan STKIP Paris Barantai pada POMNas XV 2017 SULAWESI SELATAN

Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas) XV 2017 Sulawesi Selatan diselenggarakan sebagai bagian dari sistem kompetisi olahraga mahasiswa. POMNas XV 2017 Sulawesi Selatan merupakan ajang penyelenggaraan olahraga yang dilaksanakan secara multi-event.  Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas) adalah event olahraga tingkat nasional yang diselenggarakan 2 (dua) tahun sekali, sebagai event olahraga yang merupakan bagian dari sejarah dan keterlibatan anak bangsa dalam membangun dunia olahraga di tanah air. POMNas memiliki peran dalam pembinaan dan pencarian bibit unggul khususnya mahasiswa yang berasal dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia. 
STKIP Paris Barantai salah satu dari banyak perguruan tinggi yang ada di Kalimantan Selatan yang di pilih oleh Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) Kalimantan Selatan untuk ikut serta dalam Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas) XV 2017 Sulawesi Selatan yang dilaksanakan pada tanggal 14-21 oktober 2017 di Kota Makassar.  Untuk Pertandingan Sepak Takraw sendiri di laksanakan di lapangan Indoor Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar (FIK UNM). Nomor-nomor yang dipertandingkan dalam Sepak Takraw yaitu Beregu Putra/Putri dan Double Event Putera/Putri.
STKIP Paris Barantai mewakili Kontingen Provinsi Kalimantan Selatan pada cabang olahraga Sepak Takraw. STKIP Paris Barantai mengirimkan 5 (lima) orang Atlit/Mahasiswa terbaik yang dimiliki dalam cabang olahraga sepak takraw. Mahasiswa STKIP Paris Barantai yang mewakili Tim Sepak Takraw Kontingen Kalimantan Selatan dalam POMNas XV 2017 di Makassar atas nama: Andi Eko Setiawan (Penjaskesrek), Nurdiansyah (Penjaskesrek), Niharja (Penjaskesrek), Sugandi (Bahasa & Sastra Indonesia) dan Irwansyah (Penjaskesrek). Kelima mahasiswa/atlit cabor takraw kontingen Kalimantan Selatan tersebut di dampingi oleh Dosen STKIP Paris Barantai berjumlah 3 orang, yaitu: Arham Syahban, S.Pd.,M.Pd. (Pelatih), Drs. H. Syaiful Bahri, M.Pd. dan Drs. H. Faisal Batennie, M.Pd. (Official).
Setiap 2 tahun sekali STKIP Paris Barantai diikutsertakan oleh Bapomi Provinsi Kalimantan Selatan dalam Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas). STKIP Paris Barantai sangat mendukung dan antusias dengan kegiatan Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas) karena merupakan kegiatan yang dapat meningkatkan dan memelihara jaringan kerjasama dengan lembaga-lembaga lain secara terus menerus di bidang akademik dan non akademik.  POMNas juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang ikut serta untuk berprestasi setinggi-tingginya dan mendapatkan pengalaman yang sangat berharga khususnya di bidang keolahragaan. 

Salam Olahraga, Jaya.
Sumber: 
- Buku Panduan POMNas XV 2017 Sulawesi Selatan